BERITA - buletinbisnis.wordpress.com -
Pemerintah Indonesia mulai 1 Juli 2008 akan memberlakukan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang (IJEPA).Menteri Perdagangan Mari Pangestu (06/26) mengungkapkan dengan adanya IJEPA diharapkan Industri di Indonesia akan menjadi lebih efisien dalam produksi dan mengalami peningkatan nilai investasi.IJEPA berisikan kesepakatan untuk membuka akses pasar untuk perdagangan barang, jasa dan tenaga kerja, perluasan investasi serta peningkatan kemampuan industri.Berdasarkan IJEPA untuk bidang perdagangan pemerintah Jepang akan menghapuskan Bea Masuk (BM) Impor hingga 0 persen bagi 93 persen produk dari Indonesia sedangkan pemerintah Indonesia juga akan menurunkan tarif BM hingga nol persen untuk 90 persen produk impor dari Jepang, penghapusan akan dilakukan bertahap dalam periode 10 tahun.Pemerintah menargetkan dengan adanya IJEPA maka volume perdagangan Indonesia ke Jepang akan naik dari 9,5 persen menjadi 12 persen.Di bidang tenaga kerja, pemerintah Jepang akan membuka kesempatan kerja untuk warga Indonesia bekerja di Jepang, sebagai awal hanya dua profesi yang akan ditawarkan yakni perawat dan pengasuh orang jompo.Untuk pengembangan industri, Pemerintah Jepang akan membantu Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Pusat Pengembangan Industri Manufaktur (Manufacturing Industry Development/MIDEC), yang ditujukan untuk mengembangkan 13 industri antara lain metal working, energy, tekstil, electronik, petrochemical dan automotif.Untuk bidang investasi, Pemerintah Indonesia menargetkan kenaikan peringkat Indonesia sebagai daerah tujuan investasi Jepang, saat ini Indonesia berada di peringkat sembilan dan diharapkan dengan adanya IJEPA menjadi peringkat lima.Indonesia merupakan negara keenam yang memberlakukan EPA dengan Jepang setelah Singapura, Thailand, Malaysia, Meksiko dan Chile.Menanggapi adanya kekhawatiran penghapusan tarif bea masuk produk Jepang akan mengganggu perdagangan produk industri domestik di dalam negeri, Mari Pangestu menjelaskan bahwa produk Jepang harga jualnya jauh lebih mahal dari produk lokal sehingga tidak akan mengganggu produk lokalLihat Sumbernya